Assalamualaikum teman sesama pencari,
Sebagai ajaran, Islam memuat aturan-aturan
yang bernilai simbolik, namun juga bernilai maknawi. Islam menekankan pada
nilai/makna/ hakikat dan mewujudkannya dalam bentuk simbol.
Pengakuan kepada Allah disimbolkan dengan
syahadat, ketaatan pada Allah diwujkan dalam bentuk sholat, zakat, puasa, haji,
dll.
Ketundukan dan ketaatan pada Allah tanpa
diwujudkan dalam simbol menjadi sesat juga. Bohong apabila ketundukan hanya
dalam tataran nilai. Rasulullah yang sudah diampuni dan dijamin masuk surga
bahkan malah meningkatkan kuantitas simbol ketaatan yaitu berupa sholat malam,
puasa, dll.
Masyarakat Indonesia unik, saat ini kita
melihat bagaimana masyarakat kita sangat memuja simbol. Apabila kita melihat
Quran dibakar, dibanting, diinjak, maka kita rela mati demi membalas perlakuan
tersebut. Kebalikannya sebagai nilai Quran diinjak, maka semua orang tenang,
prostitusi dianggap biasa, judi, maling dianggap biasa, kaum homoseksual yang
sangat dikutuk malah jadi idola.
Umat Islam Indonesia telah meninggalkan nilai,
dan suka terlarut dalam perdebatan simbol (fiqih). Banyak anggota masyarakat
tertipu oleh oknum berjubah, berjenggot, bersorban, bergelar kemuliaan, namun
sesungguhnya menyesatkan. Al-Quran menjadi jimat daripada diamalkan. Bacaan
Quran menjadi mantera pengusir setan. Ayat-ayat Allah dijadikan pemanis bibir
dalam menjual diri layaknya pelacur. Hari ini setan tertawa melihat kebodohan
kita. Demikian pula penjajah menyukai karakter ini, jangan lawan simbol-simbol
Islam, lawanlah nilainya dan sehalus mungkin.
Deposito perbankan telah menjadi bagian
hidup kita, menumpuk harta dan enggan berbagi telah menjadi penyakit kita.
Orang beragama mengejar keutamaan para wali, mengejar karomah, mengejar mukjizat.
Pedagang diajari ketamakan, setelah tamak disesatkannya dengan berbagai bentuk
kesirikan. Ilmu agama sebagai alat untuk mendekatkan diri pada Allah
dimodifikasi untuk memperkaya diri, mencari kemuliaan dimata manusia,
kepopuleran, mencaci dan memfitnah saudara sendiri. Poligamipun dibahas dari
segi simbol daripada nilai.
Marilah kita seimbangkan ajaran simbolik
Islam dengan ajaran nilai dalam Islam. Galilah Al-Quran dan temukan maknanya
dalam terjemahan. Seimbangkan membaca Quran simbol dan Quran makna.
Mencari guru bersahaja dan tidak bersimbol
lumayan sulit. Hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, dan hanya kepada Allah
kita memohon bimbingannya. Insya Allah bisa menjadi perenungan.
Seorang pencari makna yang ikhlas dan
bersih dari pamrih makhluk akan disambar oleh Sang Rabb ke dalam naungannya.
Wassalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar